Search
  • Reynitta Poerwito

Menjaga mental fitness selama liburan? Begini caranya!



Senangnya sudah memasuki libur Lebaran! Walaupun libur, bukan hanya kesehatan fisik saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga kesehatan mental yang lebih dikenal dengan mental fitness. Apa artinya mental fitness?

Mental fitness itu sama dengan kondisi otak dan emosi dalam keadaan prima. Hal ini sangat membantu kamu untuk merasa lebih tenang, mengurangi tekanan/stres, dan meningkatkan potensi kerja otak.

Nah, berikut tips untuk tetap mentally fit selama libur Lebaran. Simak yuk!

1. Perhatikan kegiatan fisikmu.

Selama liburan pastinya terpikir untuk beristirahat panjang setelah melakukan rutinitas sekolah, bekerja, maupun berumah tangga. Namun jangan sampai terlalu asik untuk beristirahat sehingga tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup. Pergerakan fisik yang cukup dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan aktivitas di otak. Karena hal tersebut menjaga aliran oxigen di otak agar tetap seimbang yang berpengaruh terhadap naiknya level endorphin yaitu cairan kimia otak yang membuat kita merasa senang. Makanya penting untuk tetap bergerak selama liburan ya.

2. Hindari multitasking.

Mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus mungkin dapat membuat kamu berpikir bahwa kamu dapat menyelesaikan tugas-tugas itu secara lebih cepat. Namun sebaiknya fokus terhadap prioritas tugas atau kegiatan yang ingin dilakukan sehingga kamu dapat melakukannya satu per satu. Metode ini sangat berguna agar tugas atau kegiatan tersebut dapat diselesaikan. Banyak orang yang bekerja secara multitasking dan terjebak pada masalah penyelesaian tugas sehingga membuat dirinya merasa tertekan.

3. Feel good about yourself.

Biasanya kalau libur Lebaran banyak orang yang merasa harus tampil karena tidak percaya terhadap diri sendiri sehingga orang tersebut perlu barang-barang baru, hal-hal yang bisa dipamerkan saat berkumpul dengan keluarga (termasuk keberadaan pacar untuk yang jomblo :)) maupun status sosial lain yang bisa mendongkrak rasa percaya dirinya. Sebenarnya, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya kita merasa positif terhadap diri kita sendiri tanpa adanya semua bantuan itu. Ingat saja bahwa kita berkumpul di hari Lebaran untuk bersilaturahmi dan berkumpul dengan sanak saudara yang mungkin sudah lama tidak berjumpa. Merasa positif dengan diri sendiri artinya merasa nyaman dengan menampilkan diri apa adanya tanpa embel-embel yang secara sosial bisa membuat orang lain bangga terhadap kita.

4. Lakukan kegiatan yang positif.

Selama liburan artinya kamu memiliki waktu untuk melakukan kegiatan yang kamu suka yang mungkin tidak dapat atau sangat jarang dilakukan ketika kamu melakukan rutinitas sehari-hari seperti olah raga, membaca buku, pergi ke museum atau belajar sesuatu yang baru. Nah ini saatnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Hali ni akan membuat kamu merasa lebih semangat karena walau di hari libur kamu memiliki segudang rencana dan aktivitas yang menyenangkan.

5. Jangan lupa untuk rileks.

Namanya liburan pasti kaitannya dengan merasa rileks. Tapi jangan salah, banyak loh orang yang tidak biasa untuk merasa rileks sehingga liburannya diisi dengan memikirkan hal-hal yang kurang penting untuk dipikirkan. Misalnya mengenai tekanan di tempat kerja, konflik dengan keluarga, masalah dengan teman dan lain sebagainya. Hal tersebut bukannya tidak penting untuk diselesaikan, tetapi pertanyaannya adalah: Apakah hal tersebut bisa diselesaikan hanya dengan memikirkannya? Kalau memang belum bisa diselesaikan tumbuhkanlah rasa penerimaan terhadap semua tekanan itu sampai kamu pikir ada yang bisa kamu lakukan untuk menyelesaikan masalahmu. Cobalah melakukan jalan pagi, berenang, bersepeda, atau belajar untuk meditasi di rumah untuk bisa membantu kamu merasa lebih rileks.

Semoga bermanfaat. Selamat menikmati libur panjangnya!


47 views

Recent Posts

See All

Hidup lebih tenang tanpa ekspektasi

Selama praktek, seringkali menemukan kasus anxiety dan depresi yang berhubungan dengan tingginya ekspektasi pasien dengan kenyataan yang tidak sesuai. Hal itu kemudian menyebabkan tekanan dan stress y

© Reynitta Poerwito

reynittapoerwito@gmail.com

  • Twitter - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
  • Instagram - Black Circle