Search
  • Reynitta Poerwito

Anxiety, should I be worried about it?



Anxiety atau kecemasan sering kali dialami oleh kita semua yang ternyata bisa menjadi sangat serius. Kecemasan akan menjadi serius ketika diri kita sudah menampilkan gejala-gejala yang terdapat di dalam gangguan kecemasan. Apa saja gejala gangguan kecemasan seperti yang tertera menurut buku pedoman psikiatri?

  • Perasaan gelisah (Edginess or restlessness)

  • Mudah merasa lelah (Tiring easily; more fatigued than usual)

  • Sulit untuk konsentrasi atau pikiran seringkali "blank" (Impaired concentration or feeling as though the mind goes blank)

  • Mudah marah (Irritability which may or may not be observable to others)

  • Seringkali merasa pegal-pegal (Increased muscle aches or soreness)

  • Mengalami kesulitan tidur, sering terbangun saat tidur atau kualitas tidur sangat buruk (Difficulty sleeping due to trouble falling asleep or staying asleep, restlessness at night, or unsatisfying sleep)

Perasaan cemas sebenarnya merupakan salah satu perasaan yang normalnya dimiliki oleh setiap orang. Tanpa adanya kecemasan, kemungkinan besar kita tidak mampu untuk bertahan hidup karena kecemasan merupakan salah satu "survival tool". Bayangkan saja anda menyebrang jalan tanpa adanya rasa cemas, maka anda akan berjalan tanpa melihat ke kanan dan ke kiri bukan? Perasaan cemas yang adekuat akan membantu kita dalam mengambil keputusan, melakukan kegiatan, dan memikirkan rencana jangka pendek maupun panjang.

Namun, yang bisa menjadi sangat bahaya adalah ketika perasaan cemas tersebut menjadi terlalu intens/tinggi. Sehingga, membuat anda menjadi takut melakukan kegiatan, takut mengambil keputusan, dan ketakutan-ketakutan lainnya yang bersifat tidak masuk akal (irrational) seperti contohnya takut gagal, takut berbuat kesalahan dan perasaan kuat bahwa anda mengidap penyakit tertentu (seringkali pasien saya ketakutan mengidap penyakit jantung). Ketika kecemasan sudah menjadi gangguan, anda akan merasakan sulit untuk berpikir secara sehat dan biasanya akan melakukan hal-hal yang merugikan anda seperti tidak keluar rumah, tidak bersosialisasi, menunda pekerjaan dan lain sebagainya.

Apa yang harus anda lakukan?

  1. Apabila anda merasakan kecemasan yang berlebihan, lakukan hal-hal yang bisa membuat anda tenang. Misalnya, membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.

  2. Berolahraga seperti berenang, yoga, dan melakukan meditasi secara rutin juga dapat mengurangi perasaan cemas yang berlebihan.

  3. Membantah pikiran irrational anda dengan fakta dan data yang dimiliki. Misalnya, untuk mengurangi rasa takut sakit bisa melakukan medical check up keseluruhan untuk menjawab ketakutan anda. Sehingga anda bisa menilai dari hasil pemeriksaan secara akurat.

  4. Apabila perasaan cemas sangat menguasai anda, sebaiknya anda melakukan konsultasi dengan psikolog klinis untuk menjalankan terapi yang efektif dalam mengurangi kecemasan anda.

Semoga bermanfaat!


0 views

© Reynitta Poerwito

reynittapoerwito@gmail.com

  • Twitter - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
  • Instagram - Black Circle